Pre-skrinning Anemia, Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Grobogan – Pada hari Sabtu(20/7) Astrie Dianifa Rahmawati melakukan Pre-skrinning Anemia pada remaja putri yang ada di Desa Kapung. Hal ini dilakukan karena banyaknya ibu hamil dengan Hb rendah, serta belum pernah adanya kegiatan ini di Desa Kapung.

Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dengan kondisi tersebut, penderita biasanya akan merasa letih dan lelah, sehingga tidak dapat melakukan aktivitas secara optimal.

Anemia dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang, dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Pengobatan kondisi ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Anemia dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen secara rutin atau prosedur pengobatan khusus.

Anemia banyak terjadi di Desa Kapung, hal ini ditandai dengan banyaknya ibu hamil dengan Hb rendah. Skrinning anemia pada remaja belum pernah dilakukan di Desa Kapung. Remaja putri rentan terkena anemia dikarenakan menstruasi yang terjadi setiap bulannya, sebanyak 57% kejadian anemia terjadi pada usia remaja di Indonesia. Kebiasaan masyarakat desa Kapung yang mengonsumsi teh setelah makan dimungkinkan dapat memicu kejadian anemia. Maka dari itu, Astrie Dianifa Rahmawati dari Tim II KKN Undip merasa perlu melakukan pre-skrinning anemia untuk mengetahui dan mengintervensi kejadian anemia pada masa remaja, utamanya remaja puteri yang ada di SMP Negeri 2 Tanggungharjo untuk mencegah terjadinya kehamilan risiko tinggi di masa mendatang.

admindesa

@by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *